Melodic Metal
Melodic Death Metal sendiri berkembang pesat di Skandinavia, khususnya Gothenburg. Band-band seperti In Flames, At The Gates, Dark Tranquillity, Arch Enemy dan Soilwork. Selain di Skandinavia Melodic Death Metal juga berkembang di regional lain sperti Children of Bodom, Kalmah dan Norther (Finlandia),The Black Dahlia Murder, Darkest Hour and Himsa (Amerika Serikat), Switchblade, Daysend,Infernal Method (Australia),Disarmonia Mundi (Italy), Blood Stain Child (Japan) and Death Scythe (Mexico)
NAMA-NAMA BAND MELODIC METAL:
- 65 Days Of Static
- 7th Stranger
- A Blind Prophecy
- Absolute Zero (UK)
- Accalmie
- Ad Lunam
- Adrian Gale
- Air Tight Alibi
- Aizen
- Alaska (UK)
- Alexandria (RUS)
- Alibi
- All Ends
- Allegro From My Requiem
- Alterity
- Alyson Avenue
- Amaranthys
- Amazon (BRA)
- Ambition
- An Omnipresent Marvellous Event
- Anachronia
- Anatomic
- Andersen - Laine - Readman
- Andiron
- Angel Heart (GER)
- Angi Schiliro
- Anima (FIN)
- Apnia
- Apotheus
- April Fool
- Araneum
- Archaea (SWE)
- Arkness
- Arrow (SWE)
- Arsea
- Arven
- Astero
- Astrath
- Avalon (FRA)
- Avalon (GER-1)
- Avenged Sevenfold
- Azrael's Bane
- Azylya
- Bad-In
- Barracuda (USA)
- Big Guns
- Biloxi
- Black Metal Box
- Black Riders
- Blacken My Melody
- Blanc Faces
- Bleak Eyce
- Blind Date
- Bloodline (PL)
- Bloodstream (BEL)
- Brad Gillis
- Brave New World
- Briar
- Bulletrain
- Bullitt
- Buttercup
- Candela
- Carina Alfie
- Carlos Lichman
- Casanova
- Celestial Decay (SWE)
- Celsius
- Chaoswave
- Charade
- Cholitrum
- Circle Of Fate
- Circular Logik
- Codename:Wingless
- Collapsing Sun
- Cornerstone (DK)
- Count To Six
- Crash Alley
- Crow 7
- Crown Of Glory
- Cursed Sun
- D.Veil
- D'Ercole
- Dalton
- Dark Sky
- Darker it Gets
- Darksky
- Dawnless
- Daydreamer
- Daysend
- Deadlight
- Deadringer (USA-3)
- Dedication
- Defcon (USA-1)
- Defueld
- Demia
- Desaster (CH)
- Different World
- Dimitri
- Dogpound
- Doomsday (ITA)
- Doomsday Riders
- Double Heart
- Doxa (ESP)
- Dragonland
- Dreaded Silence
- Dreamhunter (SWE)
- Drop D
- Drop Dead Theory
- Dryade
- Ecliptica (AUT)
- Edge Of Anger
- Elikat
- End Is Near
- End Of Aeon
- Endless Tears
- Epidemic (MEX)
- Eregion (ARG)
- Erynies
- Escape (GER)
- Essex
- Estrum
- Eternal Flame (GER)
- Eternal Twilight (FRA)
- Ethernus
- Excalion
- Exile (FRA)
- Exodia (ESP)
- Eyes
- Face Down (FRA)
- Fair Warning (GER)
- Fairytale (BRA)
- Far North
- Far'n Beyond
- Felony (CH)
- Fight With Fate
- Filtro Medusa
- Firejack
- Firenote
- FireScentFirestorm (AUT)
- Floating Worlds
- For Selena And Sin
- Forced Asphyxia
- Forever Never
- Frameless Scar
- Freefall (SWE)
- From My Hands
- Frostborn
- Gaïa (FRA)
- Gary Hughes
- Gary Moon
- Genius
- Ghost Opera
- Gladius Vocis
- Glenmore
- Graven (ROU)
- Grimind
- Gypsy Rose (CAN)
- Hand Of God (GRC)
- Hardline
- Harmony (SWE)
- Hartmann
- Hear 'N Aid
- Heave
- Heaven (NOR)
- Heavens Edge
- Hebiimetaru
- Herman Rarebell's Band
- Heyday
- Hope Lies Within
- Horizon (GER)
- House Of Mirrors
- Human Race
- Human Temple
- Humanimal (SWE)
- Hurry Scuary
- Infected (LVA)
- Infinity (GER)
- Infinity's Call
- Inflammare
- Innosin
- Insane Harmony
- Insanguine
- Insatia
- Irokk
- Jet Red
- Jumper Lace
- Karen Single Band
- Keishigo
- Ken Tamplin
- Khous
- Kilowatt
- Kingdragon
- Kipling
- Korpikuusen Kyynel
- Krystal Dust
- Land Of Tales
- Last Breath Ashore
- Last Lie Told
- League Of Lights
- Lessness
- Letchen Grey
- Lethal Halo
- Lion's Share
- Lonely Heart
- Long Voyage Back
- Lords Of Kahuzan
- Lost In Dreams
- LoveLorn (BEL)
- LPQR
- Luna Mortis
- Lunae
- Lyin Rampant
- Lynzee
- Machinae Supremacy
- Maeve Of Connacht
- Magdallan
- Malisha
- Manigance
- Manzana
- Marchello
- Marenne
- Martini
- Mell Rose
- MemoiraMemorized DreamsMercury TideMetal MajestyMetalwolfMethodXMichael Men ProjectMilitary OrderMind DistortionMinded Of HeartMinstreliXMiriadaMoahni MoahnaMonarch (USA-2)MonolythMoonlight ReverenceMorning WoodMy Last VictoryMylandMysterellMysteryaNadaijNarwhal TuskNear Life ExperienceNebuchadnezzarNeo NÿmpheaNetworkNiagaraNightfall SymphonyNorthern InvasionNoT (EST)NovellaNovercalisNuns With GunsOgün SanlisoyOne Orphan MoreOne WithoutOracle (UK)Orden OganOthisOzdalgaPainful ExistencePainful FaithPanama SpeedPassionworksPaul LainePerfect StrangersPerseidePhantom's OperaPiatraPoison DollysPolutionPontus Norgren
- Powderburn
- Precious Metal
- Priestess
- Private Line
- Prodigal Earth
- Prophet Fulfilled
- Prowclaw
- Raidshelter
- Rain Fell Within
- Rainfall (COL)
- Rainfall (ITA)
- Ralph Santolla
- Rampazze
- Rautavaara Inc.
- Ravenscry
- Rawkon
- Refrain
- Regime
- Rex Hunter
- Rockarma
- Roko
- Ruination
- Rules Of Engagement (NOR)
- Russian Circles
- Ryashon
- Sabre (USA-2)
- Saidian
- Saraya
- Sarnath (FIN)
- Satira
- Scar My Eyes
- Scenario II
- Scimitar
- Seasons Of Silence
- Seelenquell
- Senses May Wither
- Seraiah
- Sergey Mavrin
- Seven (SWE)
- Seven Seals
- Seventh Power
- Sha-Boom
- Shades Of Devastation
- Shadowland
- Sharon
- Sharrowe
- Shelivade
- Shout (USA-2)
- Shy
- Shy Tiger
- Shylock
- Siddharta (SVN)
- Signs Of Betrayal
- Silence (FRA-1)
- Silver
- SilverCast
- Sin (USA-1)
- Sisare
- Sisi Selatan
- Skiller
- Skizoo
- Skyscraper (BRA)
- Smash Bros
- Snowhite
- Snydly Crunch
- Sobrusion
- Soultakers
- Source Of Silence
- Spellbreaker
- Sqript
- St Elmo's Fire
- Starstruck
- State Of Rock
- Storm Corporation
- Stormbringer (CH)
- Stream (USA)
- Sturm Und Drang
- Sun 'N' Steel
- Sunset
- Surface
- Sustain
- Svetlojar (RUS-2)
- Swedish Erotica
- Sweet Junk
- Teardown
- Tears Of Valiance
- Tenk
- The Burden
- The Chant
- The Clavion
- The Hands Resist Him
- The Mob
- The Neologist
- The Rage
- The Unvoiced
- Theopsya
- Thine
- Thodthverdthur
- Thunderland
- Torben Schmidt
- Torn Black
- Towersound
- Tox
- Treat
- Triad
- Trouble Tribe
- Two Mirrors
- Uebermutter
- Ultranite
- Unicornia
- UNSIN
- USM
- Valkyre
- Valveline
- Vandamne
- Velines
- Vice
- Violated (SWE)
- Voyager (AUS)
- VTT
- War And Peace
- Warchild (GER)
- Warfaze
- Warkal
- Weed (BEL)
- Westworld
- Whispersaw
- Widow (USA)
- Wilde Starr
- Winter Dawn
- Winter Of Agony
- With Wolves At Our Heels
- Wolfpakk
- Wotan (FRA)
- Wrong Side Of The Wall
- Xavier
- ZED (ITA)
- Zero (ITA)
- Zool
This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Thursday, December 29, 2011
TENTANG MELODIC METAL & NAMA-NAMA BAND MELODIC METAL
Monday, December 19, 2011
TENTANG BONDAN & FADE 2 BLACK
Bondan Prakoso (lahir 8 Mei 1984; umur 27 tahun) adalah pemusik Indonesia yang mengawali karier bermusik sebagai penyanyi cilik di tahun 80-an. Berkat album Si Lumba-lumba namanya melambung. Alumni D3 Sastra Belanda Universitas Indonesia ini memulai karier remaja dan dewasanya saat membentuk band Funky Kopral ditahun 1999 hingga tahun 2002. Kini ia membentuk band baru bernama Bondan Prakoso & Fade 2 Black.
Profil
Bondan Prakoso adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan dari Lili Yulianingsih dan Sisco Batara ini mengawali kariernya sebagai penyanyi cilik di era 80-an hingga awal tahun 90-an. Album perdananya yang bertitel Si Lumba-Lumba sukses dipasaran dan mencuatkan namanya.Ditahun 1999, Bondan membentuk band Funky Kopral , sebagai bassist, hingga merilis 3 buah album. Bahkan album kedua band ini diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2001 untuk kategori Group Alternatif Terbaik. Ditahun 2003, Funky Kopral merilis album ketiga mereka dengan kolaborasi bersama Setiawan Djodi dengan hits singel Tokek dan lagi-lagi diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2003 untuk kategori Kolaborasi Rock Terbaik.
Sayang, setelah album ketiga dirilis, ia mengundurkan diri dari Funky Kopral. Hingga ditahun 2005 ia memebentuk band baru bernama Bondan Prakoso & Fade 2 Black dengan genre musik Pop Rock yang dipadu dengan Rap. Dengan band barunya ini, Bondan diganjar penghargaan serupa, yakni AMI Sharp Awards ditahun 2008 untuk kategori Group Rap Terbaik.
Sebelumnya, ditahun 2006 Bondan bersama 12 orang pemain bass dari berbagai band di Indonesia seperti Thomas "GIGI", Rindra "Padi", Bongky "BIP", Adam Sheila on 7 dan bassis Indonesia lainnya diganjar penghargaan oleh MURI untuk penghargaan Penampilan Bassis terbanyak dalam satu panggung.
Kehidupan pribadi
Pada tanggal 17 Desember 2007, Bondan menikahi kekasihnya yang bernama Margareth atau yang akrab disapa Margie yang bertempat di Restoran Cibintung, Ciputat, Tangerang, dengan mas kawin berupa seperangkat alat salat dan 17 gram emas. Dan dikaruniai seorang putri yang bernama Kara Anabelle Prakoso.Diskografi
- Solo
- 8 buah album anak-anak (1988-1995)
- Phsycadelic Sub Rythim (Bass Heroes)
- Funky Kopral
- Funchopat (1999)
- Funkadelic Rhythm And Distortion (2000)
- Misteri Cinta (kolaborasi dengan Setiawan Djodi;dirilis 2003)
2.Bunga
3.Feel's Like Home
4.Hidup Berawal Dari Mimpi
5.Siapa
6.Realistic
7.It's All About Soul(Bersama Rio Saharja)
8.Stay On The Line
9.Jazzy Tringual(Besama Rio Saharja)
10.1234
11.Cahya Cinta Sejati
-
- Unity (2007)
2.Xpresikan
3.Kau Puisi
4.Gusti Dewata Mulia Raya
5.Rock On The Beat
6.R.I.P(Rhyme In Peace)
7.Unity
8.Waktu
9.U'll Sorry
10.Rezpector
11.Last But Not Least
12.Wrong Way
13.Microphone XXX
-
- For All (2010)
2. Good Time
3. Tetap Semangat
4. Sang Juara
5. Bumi ke Langit
6. Not With Me
7. S.O.S
8. For All
9. Terinjak Terhempas
10. Kita Selamanya
11. Tidurlah
Friday, December 16, 2011
TENTANG KORN
Ini adalah sedikit uraian tentang sejarahnya KoRn si Godfather of NuMetal. Ini diambil dari archivenya hasil googling in my bat-time (begadang) tadi malam. Dan gambar diatas juga hasil googling, yang saya temukan disitus yang diambil saat KoRn konser dijakarta 5 februari 2004 kemarin. Berikut kutipan tentang sejarah awal mulanya Korn :
——-
Cerita tentang KoRn bermula sekitar 15 tahun lalu.
Persisnya saat Fieldy, Munky, dan David, yang
sama-sama kelahiran Bakersfield, California, Amerika Serikat, itu
sepakat membentuk sebuah band dan berkarier di jalur musik. Tidak
seperti sekarang, band yang diberi nama L.A.P.D (singkatan dari Love And
Peace Dude) itu awalnya berkutat di jalur funk alternatif semodel Faith
No More atau Red Hot Chili Peppers.
Sempat mereguk sukses di lokalan Amerika dan beberapa
negara Eropa, karier L.A.P.D terhenti setelah merilis hanya satu album,
Who’s Laughing Now? (1991). Penyebabnya tak lain lantaran
perilaku para personelnya yang “ajaib”. Hobi betul mereka merusak
backstage mereka sendiri. Lebih ajaib lagi, mereka menganggap bahwa
semua itu adalah salah satu cara yang efektif untuk mendapatkan
publikasi dan sorotan media!
Tentu saja hal itu merepotkan semua pihak yang
terlibat. Manajemen serta, tentunya, label yang menaungi mereka. Hingga
sampai pada satu titik, pihak label tak tahan lagi lalu langsung
memutuskan kontrak.
Pemutusan kontrak itu berefek pula pada bubarnya
formasi L.A.P.D, yang sebenarnya sangat menjanjikan. Vokalis mereka saat
itu, Richard Morral, terlanda stres berat, dan serta-merta mengundurkan
diri.
Untungnya, kehilangan kontrak label plus vokalis
tidak menyurutkan semangat. Mereka tetap kukuh melanjutkan cita-cita.
Bahkan, dengan penuh percaya diri Fieldy cs merekrut Brian Welch,
seorang karib yang kerap menjadi roadies mereka kala L.A.P.D masih
berjaya, untuk dijadikan tandem Munky di sektor gitar.
Bersamaan dengan masuknya Brian, mereka pun sepakat
buat mengubah warna musik yang diusung. Dari funk alternatif menjadi
metal yang lebih agresif.
Lewat satu pertemuan yang tak direncanakan
sebelumnya, kuartet ini akhirnya menemukan orang yang tepat untuk
mengisi posisi vokalis. Jonathan Davis namanya.
Juga kelahiran Bakersfield, cowok yang saat itu sudah
mempunyai pekerjaan tetap sebagai asisten bedah mayat di rumah mayat
Kern County itu ditemukan saat sedang tampil di panggung bersama
bandnya, SexArt.
Terkesan oleh penampilan dan suara Jon malam itu,
Fieldy cs langsung saja memutuskan untuk “membajak”-nya menjadi vokalis
mereka. Tidak membutuhkan waktu lama, Jon langsung bilang,”Ya!”
Pilihan yang memang, pada akhirnya, terbukti sangat
tidak salah. Pasalnya, selain punya karakter suara yang begitu menyatu
dengan musik Fieldy cs, Jon juga punya segudang masa lalu plus
pengalaman hidup yang cukup kelam. Pengalaman yang bisa digali lalu
dijadikan sumber inspirasi bagi deretan lirik-lirik lagu mereka
nantinya.
Ngetop karena kelam
Adalah pertemuan ini juga yang akhirnya membuat musik
mereka jadi terasa unik. Bagaimana tidak? Groove-groove bernuansa
funky, yang selama ini lebih terasa pas mengiringi musik bernuansa
ceria, dipadu dengan besetan gitar distortif yang sengaja dibuat
bersteman rendah membalut lirik-lirik yang sama sekali tidak ceria,
namun justru sebaliknya, sangat gelap dan mencekam. Saat itu, kecuali
Creep (nama mereka sebelum akhirnya diubah menjadi KoRn), tak ada satu
band pun yang maju dengan kombinasi sedemikian kontras.
Begitulah. Tiga tahun setelah pertemuan itu, album
debut KoRn pun dirilis. Bermodal singel sangar macam Blind dan Daddy,
kemunculan mereka seakan membuka keran bagi gelombang metal jenis baru:
NuMetal/hip-metal!
Ya. Enggak lama kemudian, langkah dan formulasi yang
diracik oleh para personel KoRn langsung ditiru oleh bermacam band.
Pemakaian gitar tujuh senar seakan satu keharusan bagi para gitaris
metal. Lirik-lirik straight forward yang isinya melulu tentang
kepedihan, kemarahan, raungan, serta kemurungan menjadi satu keharusan
bagi para vokalis. Dan, tiap-tiap basis atau drumer yang ingin kiprahnya
dilihat harus mampu membentuk groove-groove layaknya para musisi hip
hop, R&B, atau funky!
Jago mengorganisir konser
Ternyata mereka juga jago mengorganisir konser.
Belakangan, hasil kerja mereka menjadi salah satu contoh konser sukses
karena kemasannya yang unik. Diberi nama Family Values Tour (FVT), tur
tahunan itu mulai digelar pada tahun 1998. Sampai sekarang, FVT masih
tetap berlangsung dan masuk dalam daftar tunggu metalheads di Amerika
setiap tahunnya.
Keistimewaan tur ini enggak lain lantaran kekuatan
para pengisi acaranya. Biarpun tidak terlalu beragam, namun line up yang
disusun Jonathan cs mampu mewakili dua kubu yang tadinya dianggap
saling berseberangan: metal dan hip hop. Untuk putaran pertama tahun
1998, selain mereka sendiri, Jonathan cs menggamit Ice Cube, Limp
Bizkit, Orgy, dan Rammstein.
Selain faktor pengisi acara, sikap simpatik yang
ditunjukkan oleh KoRn sebagai penyelenggara yang membuat ajang ini
menyedot begitu banyak penonton dan menjadi satu rangkaian tur yang
paling ditunggu. Bayangkan saja. Untuk sajian berdurasi sekitar 6-7 jam
lengkap dengan pengisi acara nan paten plus atraksi laser dan panggung
yang megah, penonton hanya dikenai tiket seharga 30 dollar AS. Sebagai
perbandingan, harga tiket untuk konser sejenis saat itu yang termurah
berkisar antara 75-85 dollar AS!
Sudah barang tentu hal itu makin melambungkan nama
KoRn di mata para penggemar metal. Keberpihakan mereka terhadap fans
dianggap sangat jelas. Begitu pun posisi mereka yang dianggap
“terhormat” di antara band-band sealiran lainnya. Saat album ketiga,
Follow The Leader (1998), dirilis, KoRn praktis sudah menjadi semacam
Godfather of NuMetal!
Yap. Disadari atau tidak, dalam perjalanannya, KoRn
tergiring masuk ke dalam golongan band-of-the-band. Band yang tak butuh
lagi number one hit di berbagai negara untuk dapat diakui. Band yang tak
terlalu peduli bahwa albumnya tak lagi mencetak angka penjualan jutaan
kopi, melainkan band yang kerap menjadi inspirasi band lainnya untuk
berbuat sama. Band yang ada untuk fans dan selalu berorientasi pada
kepuasan fans!
Mengerjakan album sendiri
Berbekal prinsip-prinsip dasar band-of-the-band
(serta sedikit banyak pengalaman buruk Untouchables) itulah, hampir
sepanjang tahun 2003 dihabiskan oleh Jonathan cs di dalam studio,
meracik formulasi buat Take A Look In The Mirror.
Tak lagi dibantu oleh produser di luar
band–seperti yang biasa mereka lakukan di lima album
sebelumnya–kali ini seluruh proses produksi mereka kerjakan
sendiri. Mulai dari perumusan konsep, membentuk komposisi dasar, hingga
aransemen utuh. Adalah Jonathan yang kemudian didaulat untuk memegang
kendali seluruh proses produksi.
“Ah, saya enggak pernah merasa sebagai leader of the
band. Dari dulu KoRn adalah milik kami bersama. Dan karenanya
masing-masing berhak menjadi bos. Posisi saya selama pembuatan Take A
Look…, bisa dibilang hanya sebagai cheerleader. Yang menyemangati dan
mendorong teman-teman untuk melakukan yang terbaik!” bantah Jonathan.
Apa pun yang dikatakan oleh Jonathan, yang jelas,
pola kerja seperti itu terbukti ampuh. Setidaknya, menurut Jonathan,
lebih efisien waktu dan biaya, dengan hasil yang setara, bahkan bisa
jadi lebih dari yang dicapai lewat Untouchables.
“Kami enggak lagi mengandalkan open chorus yang
megah, melainkan kembali kepada riff-riff yang mengentak, yang jadi ciri
khas kami selama ini,” jelas Fieldy.
“Ya. Selama pembuatan album ini, kami selalu
berorientasi pada penampilan panggung. Soalnya, materi dari Untouchables
terbukti lebih membosankan di atas panggung ketimbang menyenangkan bagi
fans!” ujar Munky gemas.
“(Musik) KoRn adalah untuk fans KoRn!” tegas
Jonathan. “Kami enggak peduli seberapa banyak album kami ini bakal
terjual nantinya. Mau sepuluh juta, sepuluh ribu, atau hanya sepuluh
keping pun enggak akan ada bedanya buat kami. Yang terpenting adalah
kami dan tentunya fans kami senang dan puas dengan apa yang sudah kami
buat!” tambahnya.
TENTANG JAKARTA FLAMES
Kita dibentuk kembali pada tahun 2001. Kami telah melalui beberapa anggota pertukaran dan sejak tahun 2003 dengan anggota 2 masih asli hanyalah: Niki anak (Guitar / Vocal) dan Reza (Vokal) + yang 3 baru muskateers (haha!), Kami berada di paling subur diharapkan bentuk bayi sampai sekarang! awalnya dibentuk di bawah pengaruh garis alternatif screamo melodis, maka kita melahirkan sebuah EP pada tahun 2005, setelah itu, ada pasang surut jumlah internal dan eksternal, bla bla bla bla .. yaddy yaddy da da .. bum! sini kita berada di tahun 7 bendera kita, 3 tahun setelah EP 1, kami akhirnya mulai merasa bahwa darah segar berjalan melalui pembuluh darah kita lagi, kegembiraan, adrenalin dari musikalitas kami meskipun kami memiliki karir kita sendiri sekarang, (1 dari kita masih berusaha keras untuk menyelesaikan proyek akhir nya) kita masih bisa bangkit sendiri, dan dengan beberapa tahun terakhir bereksperimen, sekarang kita benar-benar membawa suara baru & selera, mengalami kematangan musik kami, kami berharap bahwa baru kita akan lebih baik dan lebih 'selera' Kami baru-baru ini bekerja keras untuk album mendatang penuh kami atau itu akan menjadi EP yang lain kita sudah selesai merekam 3 lagu baru (vokal dikurangi n pencampuran)!? MENUNGGU UNTUK AKHIR TAHUN INI! Jadi tolong beri kami dukungan di sepanjang jalan! danke!
TENTANG GIGI BAND
Gigi adalah nama sebuah grup musik yang berasal dari Bandung, Indonesia yang mengusung jenis musik pop dan rock. Kelompok ini berdiri pada tanggal 22 Maret 1994, dengan format awal Aria Baron, Thomas Ramdhan, Ronald Fristianto, Dewa Budjana dan Armand Maulana.
Setelah berkiprah selama 11 tahun di blantika musik Indonesia, kelompok ini telah mengalami pergantian personil berkali-kali. Format terakhir (saat ini) kelompok ini adalah:
Akhirnya mereka membentuk Gigi Management supaya mereka menjadi lebih profesional. Album kedua "Dunia" terbilang sukses di pasaran. Dengan mengandalkan lagu unggulan pertama "Janji", yang terjual sekitar 400.000 copy serta meraih penghargaan sebagai "Kelompok Musik Terbaik". Pada saat ini manajeman Gigi terjadi keretakan dengan Baron. Video klip lagu andalan kedua "Nirwana" dibuat tanpa adanya Baron. Pada September 1995, Baron secara resmi keluar dari Group Band Gigi. Kemudian diikuti keluarnya Thomas dan Ronald yang bulan November 1996. Akhirnya Grup Band Gigi hanya tinggal berdua saja namun tetap berusaha bertahan dan merekrut Opet Alatas (bassis) dan Budhy Haryono drumer). Formasi baru ini memberi warna baru pada Gigi. Pada tahun 1997 mereka mengeluarkan album keempat yang bertema 2x2 dengan menggandeng sejumlah musisi kondang, lokal dan dunia, Antara lain Billy Sheehan (Mr. Big) yang menyumbang permainan basnya yang dahsyat pada lagu mereka (Cry Baby), dan Indra Lesmana juga ikut menyumbang dalam lagu "Tractor". Lagu andalan "Kurindukan" ternyata kurang direspon masyarakat. Keadaan ini tertolong sama dengan adanya tur 100 kota yang menampilkan duet Indra Lesmana dan Gilang Ramadhan sebagai pembukanya.
Sementara itu Thomas yang baru saja keluar dari rehabilitasi kembali ke Jakarta untuk mulai bermain musik lagi. Thomas bahkan membuat kejutan dengan menjadi bintang tamu di konser GIGI "Satu Jam Bersama Gigi" dan konser Gigi di Bandung, dengan bermain bersama di lagu "Janji" dan "Angan". Di konser itu Gigi serasa bernostalgia dengan Thomas, bahkan mereka membawakan satu lagu yang jarang dimainkan yaitu Hasrat.
Pada tanggal 22 Maret 1999 akhirnya Thomas masuk lagi ke Group musik Gigi. Tak lama setelah itu Gigi merilis album keenam yang berjudul "Baik" pada bulan April 1999. Lagu andalan pertamanya adalah "Hinakah".
Setelah berkiprah selama 11 tahun di blantika musik Indonesia, kelompok ini telah mengalami pergantian personil berkali-kali. Format terakhir (saat ini) kelompok ini adalah:
Sejarah
Grup Band Gigi resmi dibentuk pada tanggal 22 Maret 1994. Pada awalnya Grup Band ini terdiri atas Armand Maulana (vokalis), Thomas Ramdhan (bassis), Dewa Budjana (gitaris), Ronald Fristianto (drummer)"EVO Band" , dan Baron Arafat "Baron Soulmate" (gitaris). Nama "Gigi" sendiri muncul setelah para personilnya tertawa lebar mengomentari nama "Orang Utan" yang nyaris dijadikan nama band ini. Dengan latar belakang musik yang beda-beda, mereka menggabungkannya ke dalam satu musik yang menjadi ciri khas Gigi. Album perdana yang bertema "Angan" dilempar ke pasaran dengan dukungan dari Union Artist/Musica. Pada waktu itu Gigi belum membentuk suatu manajemen artis untuk mengelola kegiatan mereka sehingga untuk mempromosikan album perdana itu, mereka merilis dua single yang sekaligus video klip, yaitu Kuingin dan Angan. Tetapi kedua lagu andalan tersebut tidak banyak mendongkrak angka penjualan. Kurangnya promosi dan tidak adanya pengelolaan manajemen menjadi penyebab utama kegagalan album pertama group musik ini.Akhirnya mereka membentuk Gigi Management supaya mereka menjadi lebih profesional. Album kedua "Dunia" terbilang sukses di pasaran. Dengan mengandalkan lagu unggulan pertama "Janji", yang terjual sekitar 400.000 copy serta meraih penghargaan sebagai "Kelompok Musik Terbaik". Pada saat ini manajeman Gigi terjadi keretakan dengan Baron. Video klip lagu andalan kedua "Nirwana" dibuat tanpa adanya Baron. Pada September 1995, Baron secara resmi keluar dari Group Band Gigi. Kemudian diikuti keluarnya Thomas dan Ronald yang bulan November 1996. Akhirnya Grup Band Gigi hanya tinggal berdua saja namun tetap berusaha bertahan dan merekrut Opet Alatas (bassis) dan Budhy Haryono drumer). Formasi baru ini memberi warna baru pada Gigi. Pada tahun 1997 mereka mengeluarkan album keempat yang bertema 2x2 dengan menggandeng sejumlah musisi kondang, lokal dan dunia, Antara lain Billy Sheehan (Mr. Big) yang menyumbang permainan basnya yang dahsyat pada lagu mereka (Cry Baby), dan Indra Lesmana juga ikut menyumbang dalam lagu "Tractor". Lagu andalan "Kurindukan" ternyata kurang direspon masyarakat. Keadaan ini tertolong sama dengan adanya tur 100 kota yang menampilkan duet Indra Lesmana dan Gilang Ramadhan sebagai pembukanya.
Sementara itu Thomas yang baru saja keluar dari rehabilitasi kembali ke Jakarta untuk mulai bermain musik lagi. Thomas bahkan membuat kejutan dengan menjadi bintang tamu di konser GIGI "Satu Jam Bersama Gigi" dan konser Gigi di Bandung, dengan bermain bersama di lagu "Janji" dan "Angan". Di konser itu Gigi serasa bernostalgia dengan Thomas, bahkan mereka membawakan satu lagu yang jarang dimainkan yaitu Hasrat.
Pada tanggal 22 Maret 1999 akhirnya Thomas masuk lagi ke Group musik Gigi. Tak lama setelah itu Gigi merilis album keenam yang berjudul "Baik" pada bulan April 1999. Lagu andalan pertamanya adalah "Hinakah".
Diskografi
Album utama
|
Album lainnya
|
Album solo
Selain album-album di atas, beberapa personel Gigi juga telah merilis album solonya sendiri-sendiri. Beberapa album solo yang telah dirilis antara lain:- Kau Tetap Milikku (1992) oleh Armand Maulana
- Album Solo "Nusa Damai" (1997) oleh Dewa Budjana
- Album Rohani "Nyanyian Dharma" (1998) oleh Dewa Budjana
- Album Solo "Gitarku" (2000) oleh Dewa Budjana
- Album Solo "Samsara" (2003) oleh Dewa Budjana
- Album Solo "Home" (2005) oleh Dewa Budjana


9:34 AM
Unknown



